Total Tayangan Laman

Senin, 06 Mei 2013

Aku dan Perasaanku Cont...



Sudah beberapa hari ini, aku tidak melapor lagi tentang perasaanku, hehehe, nah kali ini aku nyesek bgt kalau nggak cerita, makanya aku mau ceritain sekarang, semalam, tepatnya tanggal 24 April 2013, aku seperti mimpi, ketemu dia, bicara dengan dia, ngobrol bnyak antara kami berdua, dan pulangnya juga barenag, hehehe naik motor merdua, waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah, aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhkk senaaaaaaaaaaaaang bgt hatiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiku, maaaf terlihat aneh sih jadinya, tapi emang malam itu pengennya teriak yang sekencang-kencangnya, aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, God semua Kau perhitungkan dan aku semakin yakin untuk menyerahkan setiap pergumulanku padaMu, karena akan aman-aman saja.
Waktu nyampe di kutek, tepatnya dikosan temanku, aku dan jera adalah orang pertama yang datang, dan yang punya kosan juga belum datang, akhirnya kami memutuskan untuk menunggu, perasaanku tenang-tenang saja sih, dan sambil menunggu ternyata di sekitar situ juga ada temanq yang ngekos juga, dan akhirnya kami di ajakn untuk duduk2 dulu di kamarnya sambil nunggu yang lain. Nah beberapa menit setelah ngobrol, arbie datang, aku kira dia tanpa kendaraan atau naik mobil, ternyata dia naik motor, dan melihat dia merupakan kebahagiaan tersendiri, waaaaaaaaaaaaaaaah, akhirnya ketemu dia lagi, huft, gugup sih, tapi yah harus di lawan gugup itu... dia markir motornya kemudian menyul ke tempat kami, dengan tanpa mendengar pembicaraan kami, eh tiba-tiba dia datang dan langsung menanyakan tentang skripsi, hehehe, cie, perhatian amat ma teman2nya yg cowok, mau dong aku juga di perhatikan kaya gitu heheheheh,
Terus ngobrol bentar, dan akhirnya yang punya kosan datang, dan kamipun segera pindah. Ternyata posisi kami berdiri waktu itu yah gitulah, waktu aku mau ke dalam untuk ambil tasku, eh dianya mau ikut masuk dan kami berpapasan di pintu yang ukurannya sempit, sempat gugup dan tutup mata waktu mau ngelewati dia, soalnya udah aku bilang permisi, eh dianya hanya diam di tempat, dan setelah kami beberapa detik berdekatan barulah dia sadar, dan kemudian kami sama-sama keluar, kami menuju ke kosannya david, dan arbie ternyata pergi untuk mesan makanan.
Ntah aku lupa apa yang tidak ku lakukan dengan arbie, hehehe singkatnya setelah dia balik dari mesan makanan, lalu, kami ketemu di depan kamarnya david, dan dia mulai ngajak ngobrol,
Arbie “gimana rat, tadikan lo bilang kompleks tuh urusan PO, nah gimana-gimana? Cerita deh lo”
Ratna “iya bla bla bla, dan bla”
Kami membicarakan terkait anak-anak PO yang mau di regenerasikan kembali untuk melanjutkan “kesan” ini, sehingga dia meminta bantuanku untuk menjangkau anak-anak khususnya 2011 dan 2012, dan lumayan banyak yang aku ceritakan ke dia, mulai dari kebiasaan jemaat PO FISIP, sampai ke penguru dan PKK yang ada, dan aku juga ceritain tentang kondisi dan status aku sebagai tim reg dan penilik yang sudah mulai susah untuk menjangkau jemaat, sehingga yang bisa menjangkau jemaat adalah TI dan pengurus, dan aku juga memberitahu mengenai rapat-rapatnya teman-teman pengurus. Dan aku mulai ngajak dia juga untuk datang PJ supaya bisa aku kenalin sama teman-teman pengurus dan TI, dan biar dia juga bisa mendekati jemaat yang lain, nah dia mau kok datang ke PJ besok, kemarin itu nggak datang karena memang tidak ada kelas, heheheh, tidak sampai di situ, dia juga nanya pendapat ku tentang baiknya itu hari apa, dan anak-anak PO itu bisa ikutnya kapan saja, nah aku ceritain lah dalam 1 minggu itu biasanya aku ngapain aja, karena hampir sama kegiatanku dengan anak-anak PO yang lain, senin tidak ada, selasa sorenya ada PMKJ, rabu dalam 4 minggu kedepan ada pembinaan CPKK, kamis kosong, jumat sore, sebenarnya bisa, dan sabtu juga bisa, nah berharap bisa memberikan jalan keluar hari apa akan diadakan kesan ini lagi, karena di bulan mei mendatang ada personalisasi yang dibuat bagus bgt untuk mahasiswa baru ini, nah mulai deh dia nanya PMKJ itu apa, dan aku jelasin PMKJ itu dan di mana dan kapan, pengen sih suatu saat aku ajakin dia ke PMKJ itu, heheh tapi yah nggak tau kapan, nah yang mau aku ceritain nih yah, waktu awalnya sebelum kami bicara panjang lebar tentang ini ni, kan dia mau duduk di atas motor, nah waktu dia duduk eh, helemnya malah jatuh dan pecah deh, duh, maaf ya bie, gara-gara mau bicara sama aku jadinya pecah deh helemnya, dan di sela-sela kita ngobrol yudha datang, dan selama aku dan dia ngobrol, kami seperti kucing dan tikus gitu loh, saat aku tatap wajah dan matanya, dia nunduk dan mencoba untuk mengalihkan agar tidak tatapan, dan saat dia mulai menatapku aku juga memalingkan wajahku lebih tepatnya ke bawah dan pernah saat cerita tentang apa yah, kami sama-sama tidak saling melihat dan itu rasanya lucu bgt, karena seperti sedang berbicara sendiri, hahahaha wjwkwkwkwkw aku pengen ketawa, tapi nggak enak, masalahnya ini unutk kesekian kalinya akhirnya aku bisa bicara dan ngobrol sedekat ini dan hanya berdua lagi, hua hua hua kadang waktu aku tatap wajahnya dia menunduk mungkin kami masih merasa malu-malu dan masih salah tingkah gitu, jadinya yah gini deh, waktu dia sedang nunduk dan sedang bicara aku memperhatikan wajahnya begitu seksama, dan bahkan sempat-sempatnya dalam hatiku berkata  “Tuhan terimakasih aku bisa ngobrol dengan dia begitu dekat dan bahkan ngobrol berdua dengan waktu yang cukup lama lagi, bisa memandangi wajahnya dn bisa melihat dia secara lebih dekat dan detail, hidungnya, matanya, bibirnya, tangannya, semuanya deh,” sumpah ini pertemuan yang tidak akan aku lupakan dan akan selalu ku ingat dan ku abadikan melalui tulisan ini. Saling tatap menatap, saling malu-maluan, dan jadinya salah tingkah, tapi dia bisa buat suasana jadi ceir dan tidak kaku lagi, heheh aku suka itu.
Nah lagi asiknya ngobrol berdua eh makanannya datang dan akhirnya kami masuk ke dalam, dan aku ambil posisi duduk di sebelahnya yah masih ada cela di antara kami sih, hehehe, tapi aku berharap celah itu akan segara hilang dan aku bisa duduk dekatnya. Sambil nunggu teman-teman yang lain, kami cerita-cerita dengan teman-teman yang sudah ada dan dia makan, karena makanan yang dipesannya sudah datang. Hehehehe melihat dia makan begitu lahapa, dan tidak milih2 tempat serta kondisi, buat aku makin sayang sama dia, karena dia tipe cowok yang gampang bergaul, hmhmhm serasa aman di dekat dia, dan sambil ngobrol2 sempat aku melihat menggunakan mata ekorku dia sedang melirik-lirik keaku, ntah aku yang keGEER an atau emang dia ngelihat krn tidak sengaja atau sengaja, tapi beberapa kali aku merasakan juga dia melihat aku dan seperti curi-curi pandang gitu, kondisinya saat itu aku sedang baca buku atau kalau aku lagi ketawa ataupun tersenyum karena tingkah dan obrolan yudha dan david, jadinya aku kadang terpancing untuk tertawa atau hanya sekedar tersenyum, dan kedapatan setiap kali aku ketawa atau tersenyum dia selalu melihatku, bahkan aku sampai nggak enakkan dilihatin terus, hehehehe, dan akhirnya dia selesai makan dan dia begitu energik, aku suka itu.
Bie, saat kau tahu perasaanku aku harap kita masih tetap bisa ngobrol dan bisa dekat seperti ini yah...
Lalu kami mulai berdiskusi, hehehe karena masih menunggu yang lain, jadinya kami ngobrol-ngobrol dulu, dia sih yang banyak nanya ke aku, misalnya nanya gereja di mana, kosan di mana, dan kita latihan lagu bareng, dan bawain lagu-lagu yang dia tahu, setiap kali dia tanya lagu yang mau dia bawain selalu yang dia tanya duluan adalah aku, aku senang sih, aku begitu diperhatikan olehnya, ternyata dia orangnya begitu supel dan perhatian bgt, pantes banyak yang suka sama dia, heheheh termasuk aku.
Masih kondisi yang sama, aku dan dia sering lirik melirik, Tuhan aku sayang dia. Walalu harus menunggu berjam-jam aku tetap merasa senang dan tidak merasakan bosan, karena berada di sisinya, makasih Tuhan untuk kesempatan ini, dan kami masih meneruskan sharing-sharing kami, dan akhirnya teman-teman yang kami tunggu-tunggu sudah datang dan akhirnya ibadahpun di mulai, dengan doa pembuka yang dipimpin oleh david, kemudian kita menyanyi 2 lagu yang sudah ku siapkan, dan kemudian di buka dengan doa Firman oleh arbie, setelah amin, dia mempersilahkan aku untuk memimpin kesan itu.
Dan aku teringat julukan yang diberikan oleh teman-temanku saat itu ialah aku ibu pendeta dan arbie bapak pendeta dan mereka yang hadir adalah anak-anaknya, uhuk, sempat ih apaan sih, tapi senang sih, baaaaaangggeeeeet bahkan, heheheheh seperti yang ku bayangkan dan ku mimpikan dalam blueprint kehidupanku kelak nantinya kalau dia akan manjadi pasanganku kelak, dan kami hidup bahagia. Dan sebutan itu masih teringat sampai sekarang, lalu aku mulai membagikan saat teduhku dan seperti yang aku nikmati dalam minggu-minggu ini. Aku merasa tidak layak, dan tidak mampu, tapi aku hanya bisa berserah pada Tuhan untuk memimpin aku membagikan setiap hal yang ku nikmati. Dan setelah aku membagikannya kepada mereka, aku meminta respon dari masing-masing yang ada, dan bergilir mulai dari sebelah kananku, dan ketika sampai ke yudha, ada sebuah pertanyaan yang menuntun jawaban untuk segera di respon, dan aku mencoba untuk merespon, kemudian di bantu juga dengan arbie, uhuk so sweeet bgt sih, heheheh seperti bapak dan ibu gembala yang sedang menasihati anak-anaknya, hahahahah amin!
Dan begitu juga seterusnya kalau ada yang bertanya dan aku merespon kemudian di tambahin lagi sama arbie, sumpah ya, aku dibuat terpesona olehnya, kagum dan makin kagum lagi. Tuhan aku hanya bisa berserah dan menyerahkan hati ini padaMu.
Setelah selesai saling merespon dan mulailah teman-temanku menceritakan pengalaman dan setiap teguran serta suara Tuhan yang mereka dengarkan, aku merasa walalu kegiatan yang kami lakukan seperti kurang serius, tapi aku selalu minta Roh Kudus untuk hadir dan menaungi kami saat itu, dan Yesus juga masih sayang sama kami semua, kami bisa menceritakan apa yang kami rasakan dan kami nikmati dalam hidup ini. Banyak hal yang aku baru tahu dari teman-temanku semua, aku juga baru menyadari ternyata mereka membutuhkan dukungan doa-doa juga Tuhan.
Setiap kali dia sedang merespon teman-teman yang lain, aku memperhatikan dia dan melihat dia sebagai ciptaan Tuhan yang begitu indah dan sangat ku harapkan, maaf Tuhan tapi aku terpesona dengan ciptaanMu yang satu ini. Begitu semangat dan berapi-api untuk membagikan Firman Tuhan.
Setelah semua bercerita dia menyimpulkan dan memberikan sebuah quote dari film yg dia tonton, tapi aku lupa, karena saking senangnya lihat dia bicara dan saking terpesonanya aku, bahkan aku begitu mengagumi suaranya yang ehhh, gimana ya, khas bgt dan tidak akan ku lupa jenis suaranya. Sumpah aku jatuh cinta padanya,
Lalu kamipun menutupnya dengan doa penutup juga yang didoakan bergiliran tetapi aku tidak kedapatan, dibuka oleh arbie, kemudian dilanjutkan oleh yudha, dan yeremia, ditutup oleh kak erick.
Akhirnya kami harus berpisah, diawal david janji mau nganterin aku pulang, karena malamkan yah, arbie juga gitu kok, nah ada dua orang nih yang janji dan mau nganterin aku pulang, hehehe beruntungnya jadi wanita, dapat perhatian khusus sama cowok-cowok yang baik-baik ini, harusnya aku balik bareng jere n kak erik tapi akhirnya yang anterin aku pulang ya arbie, hehehehe,
Senaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang bgt!!!!
Naik motor berdua, huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu nggak nyangka, loh, nggak tau mau bilang apa, serasa mimpi, dalam hati udah g karuan, pengen teriak deh, pengen teriak deh saat itu juga... aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa trus dia ngajak “yuk pulang, gue anterin yah”
Oke
Di atas motor, campur aduk deh perasaanku, senang ia, gembira ia, haru ia, sayang ia, nggak tau harus bagaimana, bahkan berharap di atas motor Tuhan menhentikan waktu sejenak untuk ku merasakan lebih lama lagi aku bersamanya.
Dan akhirnya kami mulai menuju ke pocin dan keluar pocin, sumpah ini orang bawa motor balap bgt, tapi aku tetap merasa nyaman sama dia, bahkan kalaupun harus mati saat iu, menjadi kenangan yang indah karena aku sudah siap juga untuk hidup dan mati dengan dia.
Melewati jalur yang berkelok-kelok dan ia mampu lewati itu semua, sampai akhrinya kami di depan gunadarma, aku minta untuk dia berhenti di depan gunadarma, dan dia sempat kaget sih, tapi yan sudahlah, kemudian aku turun dan ntah kenapa aku pengen nanya ke dia, dan pertanyaan itu keluar sendiri “bie, lu lagi buru-buru yah?” dia jawab “apa?” gue nanya lu lagi buru-buru ya?. Trus dia jawab “nggak? Kenapa?” di sinilah aku dan dia berani saling tatap-tatapan, dan jantungku mulai lagi berdetak dengan tak karuan, jawabku “oh, nggak, nggak apa-apa, heheheh sambil tersenyum penuh makna, hehehe” masih belum menemukan jawaban dia bertanya kembali “emang kenapa?” dan aku hanya bisa menggeleng-menggeleng kepala sambil tersenyum penuh makna dan kalau dia peka seharusnya dia sadar kalau aku sedang berbicara dengannya melalui senyuman itu, ntah mengapa aku juga merasa dia menjawab senyumanku dengan senyum yang penuh makna juga, hehehehe lalu aku mengatakan padanya ucapan terimakasih untuk tumpangannya dan memberikan perhatian “hati-hati dijalan yah” dia pun menjawab “ok, minggu depan ya” masih saja aku di ajak, hehehehe, di ajak ataupun nggak di ajak aku tetap akan datang kok bie, hehehehe demi mengetahui perkembangan teman-temanku dan juga kamu.
Tuhan begitu bahagianya aku hari ini, hari bersamanya, semalam bersama arbie, oh iya aku lupa, waktu di doa penutup dia minta di doakan rencananya mau pergi ke manado dari hari rabu sampai sabtu, katanya gini “gue mau ke manado hari rabu tapi nggak lama-lama kok, sabtu juga udah  balik” hehehe iya jangan lama-lama bie, aku kangen kamu, sehari tidak ketemu saja serasa ada yang kurang, yah paling yang bisa q lakukan hanya mengingat kejadian dan pertemuan yang kita lakukan bahkan setiap melewati jalur yang kita lewati naik motor berdua pasti saja aku tersipu malu, dan teringat kamu bie.
Aku sayang kamu bie, 

Jumat aku mengajak dia untuk ikut PJ sekaligus aku kenalin dengan teman-teman pengurus, eh kejadian yang sama dengan minggu lalu, yah dia tidak bisa datang karena ada urusan yang harus di selesaikan di Jakarta, dan rencananya sih dia mau ke kampus sekitar jam 1, nah bagus dong dalam hatiku berkata, bisa sekalian makan siang bareng dan bisa ngobrol lebih lama. Akhirnya aku mengajak untuk makan siang bareng seusai PJ, nah sms yang baru saja di mulai tak direspon, akupun sudah mengetahui gaya sms dia, kalau blm di bls berarti dia sedang bingung dan belum bisa memberikan jawaban, dan aku hanya bisa menunggu dan bersiap, tetapi sampai jam 3 sorepun tidak ada balasan, dan kalau tidak salah balasannya itu malam, hmhmhm setidaknya ada balasan darinya dan meminta maaf. Itu sudah cukup untukku, dan sebagai permohonan maafnya dia akhirnya ngajak untuk makan siang bareng hari selasa dan sorenya kesan. Jelas isi smsnya itu intinya dia minta aku untuk ngajak anak-anak yang mau ikut di kesan supaya makan siang bareng, dan yang ku pikirkan adalah yang belum pernah masuk sama sekali di kesan, nah gitulah.
Sabtu aku akhirnya mengikuti seminar doa yang mengajakku untuk berdoa dan bertemu dlm udara, aku sedikit mensharingkan hal ini padanya, dan intinya sebuah rintisan yang baru yang kalau landasannya belum kuat maka bisa saja akan runtuh, dan butuh doa-doa yang kuat untuk bisa membangun sebuah gedung yang kuat dan kokoh. Mulai sejak itu akhirnya kami menaikkan pokok doa di jam doa masing-masing dan sebelum hari selasa kami mendoakan topik doa yang mengarah kepada lunch dan kesan yang akan di adakan tersebut. Malam minggu pokok doanya dari dia, malam senin pokok doa dari aku, dan aku menyebutkan untuk mendoakan setiap nama yang akan ikut di pertemuan lunch selasa nanti, dan mendoakan juga teman-teman yang sudah pernah datang dengan menyebutkan nama mereka satu per satu, di akhir aku menanyakan apa yang mau di doakan darinya, eh nggak di balas olehnya, hmhmhm, ok
Dan masuklah hari senin siang sekitar jam 1an tidak ada angin tidak ada hujan dia sms dan isinya “loh, _____ nggak ikut?” dan itu di kirim 2 kali masuk dalam inbox ku, hmhmhm hanya bisa terdiam dan sedih.... yah aku hanya bisa membalas “loh bukannya lu yang udah ngasih tau ke dia, dan bukannya xan sudah dekat ya hahaha, jd mau siapa yang ngasih tau gue apa lu?” dan balasannya “oh iya2 gue udah ajak kok, yud kita berdua aja yang ajak..” hmhmhmhmhm setelah itu aku langsung ngajak ______ dan setelah tahu ternyata _____ tidak bisa ikut makan siang, aku lalu memberitahu informasi itu ke dia. Hmhmhmhmhm sedih hiks hiks, yang di tanya malah _____, saja, yg lain nggak di tanya? Hiks hiks... 

malam selasa pun tiba, kami masih smsan dan bertukar informasi untuk kegiatan besok ketemu jam brp, di mana, akhirnya sudah ketahuan, tempat yang jadi kesimpulan adalah takoru katanya biar bisa kelihatan. Lalu malampun tiba, saatnya juga kami bertemu di udara, aku meminta pokok doa darinya dan jawabannya hanya “kesan J” hue hue, aku juga tahu inti doa kita hanya itu, maksudnya isi nya apa yang mau di sampaikan, huhuhhuhuhu
Sampailah di hari selasa, dia mengingatkan kembali untuk ntar siang jangan lupa ya, eh kita jadinya bukan di takoru tapi di bloc dan untuk total yang akan ikut 8-9 orang, hal inilah yang membuatnya tidak jadi memakai takoru, dan dia memintaku untuk mengingatkan yang lainnya untuk datang ke lunch dan ke kesan sorenya, nah sekitar jam 11an dia sms lagi dengan memberitahu perubahan bahwa kesan di majuin bersama dengan lunch tersebut, ok ok, dan aku diminta untuk memberitahu yang lainnya.

Dia sms jam brp, aku bls jam brp, dan keburu hpnya mati, hahahahaha, ok ok, dan akhirnya kami bertemu di bloc jam 12, berlalu, jam 1 berlalu, jam setengah 2 akhirnya dia datang dan mengaku kalau kelasnya baru bubar, dan dia mulai menjelaskan apa yang sudah di janjikan itu. Jam 2 pun datang dan mereka sebagian besar ada kelas, akhirnya kami menutup dalam doa dan masing-masing masuk ke kelasnya, akhirnya tinggallah kami bertiga, aku arbie, dan bng eric, loh blm masuk kelas bie? Dia bilangnya sih dosennya lagi keluar, tp masih belum pasti, dan duduk sebentar tapi tidak di meja kami, malah di meja teman-temannya, dan kebetulan aku sedang makan bng eric ajak ngobrol, dan aku menanggapinya, lalu aku melihat dia seperti tidak tenang, dan ntahlah kenapa...
Kemudian dia mohon pamit mau masuk kelas dan bergegas pergi. Aku berdoa saat itu “Tuhan mudah-mudahan dosennya tidak ada dan dia bisa kembali lagi ke sini” dan jeng jeng benar, dosennya tidak ada dan dia kembali akhirnya kepadaku, hehehe kami akhirnya ngobrol bertiga dan kondisinya saat itu aku sedang memberikan buku yang ku rekomendasi kepada bng eric, dan saat arbie datang bng eric memberikan buku itu padaku, hmhmhm nggak tahu apa yang ada di pikiran arbie, oklah positif saja, dan di sinilah yang akhirnya aku kaget, krn dia mulai menceritakan tentang kehidupan masa depannya, kalanjutannya kuliahnya gimana, dan terbuka semua apa yang ingin ku ketahui, hua hua hua, senaaaaang bgt.
Di akhir pembicaraan kami dia akhirnya ijin krn mau kembali ke rumah dan mau berdoa bersama di gereja jam 6 dan kondisinya saat itu masih jam 3, nah ketika ada kesempatan entah kenapa aku mengajak bng eric untuk ke PMKJ krn aku mencoba untuk menjangkau jiwa lagi, nah ketahuanlah sama arbie, trus dia nanya apaan sih? Aku pun menjelaskan kalau aku ajak bng eric ke PMKJ, nah arbie nanya PMKJ itu apa, aku jelaskan kembali, dan arbie menjawab “oh gue nggak bisa ikut, soalnya mau doa lagi”. Karena aku tahu dia nggak bisa ikut makanya aku nggak ajak lagi, yng q ajak yang bisa ikut ya seperti bng eric, nah pembicaraan kami ternyata blm selesai krn bng eric masih bingung untuk memberikan kepastian jd atau tidak, krn aku minta kepastiannya saat itu juga, krm hpku sudah mati. Dan setelah kami menju keluar bloc, kami masih ngobrol di depan pintu sambil nunggu arbie yang masih ketemu teman-temannya di meja seberang. Nah di situ arbie sepertinya mulai terlihat kesal dan apa ya, dia istilahnya langsung jalan gitu aja, tanpa nunggu-nunggu kami, dan akhirnya aku menghentikan pembicaraan antara aku dan bng eric, lalu aku mengikuti jejak arbie dan mulai ngajak dia ngobrol, walalu saat itu dia tetap terlihat kesal dan bahkan yang sedihnya dia membelakangi aku, dan kami ngobrolnya sambil jalan gitu, padahal jika di lihat-lihat dia juga tidak terburu-buru, hmhmhm, akhirnya pembicaraan kita berakhir ketika aku menanyakan ruangan yang mau di pakai, sumpah jawabannya jutek bgt, ih, tapi aku makin sayang sama dia, hehehe kalau itu benar dia cemburu berarti aku benar, dan hati ini sudah semakin yakin dengan dia. Tuhan sepertinya arbie emang cemburu, tumben dan berubah drastis waktu dia kembali dari kelas yang di batalkan itu. 

Tapi emang dia buat aku sedih juga krn pertemuan kami berakhir dengan jutek-jutekkan, padahal pertemuan lalu, berakhir engan senyuman.....
Malam rabu aku sms dia tepatnya pukul 1 dini hari krn rncana mrk berangakt jam 5 subuh, nah aku sms berharap dpt balasan, eh tidak ada sampai detik ini sampai kembali jam 1 dini hari kamis, dia tidak merespon... hiks hiks, okelah untuk hal ini aku hanya bisa bertanya?
Tapi terimakasih Tuhan untuk perasaan ini, aku makin sayang sama dia.

06/05/2013
Hari ini mengingat kembali apa yang sudah terjadi selama ini, buat surat peminjaman ruangan, dan Puji Tuhan jumat lalu tidak ada masalah dengan orang-orang PPAA dalam menentukan ruangan, nah harusnya hari ini sudah jadi tapi masih nunggu ttd mas abud, ok jumat kmren aq mencoba memberi kabar ke dia, dan responnya hanya “assikkk” hiks sedih, jutek amat nih orang, dingin amat nih orang, tapi ya sudahlah yang penting di balas pikirku.
Minggu pagi dengar-dengar dia balik kan dari manado, nah mencoba untuk melihat apa yang terjadi dengan twitternya eh, ups, ada sesuatu, ada foto bareng dengan sesosok cewek yang ntahlah apakah mrk kenalan di sana atau whateverlah yah, tapi gitu lah, di mention sama sosok cewek itu ke arbie, dan di balas dong, sama arbie, eh giliran aku dulu mention dia, mana ada di balas, apa itu namanya? Sedih bgt.. dan waktu aku buka profile sosok wanita itu di foto profilnya di pasang fotonya berdua dengan arbie, hua hua hua sedih sedih, dan yah gitulah campur aduk semua perasaanku, sempat semalam ku teteskan air mata melihat semua ini, ketidak adilan yang kurasakan, aku baginya hanya sebagai orang yang bisa di suruh-suruh dan meminta bantuan, sedih....
Nggak tahu apa yang akan terjadi besok di “kesan 9”????
Gara-gara menangis semalam jadi ngantuk sekarang huft, tapi harus produktiv nih hari ini, paling nggak kelarlah masalah verbatim-verbatiman, hehehe semangat nana....

BERSAMBUNG...