APAKAH?...
Malam terasa indah, sejak ku mengenalmu
Pagi semakin cerah, bila ku mengingatmu
Apakah yang ku rasa benar jatuh cinta
Mungkinkah aku jatuh cinta padamu?
Mungkinkah aku jatuh hati padamu?
Hatiku rasa semakin rindu
Rindu ini hanya untuk dirimu!
Sayang ini hanya untuk dirimu!
Oh Tuhan aku jatuh cinta.......!!!
Mungkin hanya cintamu meluluhkan hatiku
apakah yang ku rasa benar jatuh cinta???
Lucu tapi nyata, maaf kalau terlalu cepat ku nyatakan, tapi ini yang kurasakan
Aneh tapi inilah kenyataannya.
Salah tapi ini juga yang kurasakan.
Gelisah yang ku rasakan jika tidak ku beritahu semua yang ada dihatiku
Hanya sekedar memberitahu tanpa menuntut balasan atau sejenisnya.
Ratna Rosmauli Pakpahan_220791
for someone
Total Tayangan Halaman
Senin, 30 Juli 2012
ceritaku....
begitu banyak cerita dalam hidupku..
Tuhan kau yag tahu semuanya
dan saat ini aku hanya berharap jika
aku harus melakukan setiap rencanaku
aku mau menyerahkan semua hanya padaMu
Tuhan kau yag tahu semuanya
dan saat ini aku hanya berharap jika
aku harus melakukan setiap rencanaku
aku mau menyerahkan semua hanya padaMu
Senin, 11 Juni 2012
kekuatan
aku tidak berputus asa,
karena setiap kesalahan yang diusahakan untuk dibuang adalah satu langkah lain untuk maju.
jika anda terus melakukan hal-hal yan selalu anda lakukan,
anda akan mendapatkan hasil yang selalu anda dapatkan.
hidup ini terlalu singkat
cobalah sesuatu yang berbeda
karena setiap kesalahan yang diusahakan untuk dibuang adalah satu langkah lain untuk maju.
jika anda terus melakukan hal-hal yan selalu anda lakukan,
anda akan mendapatkan hasil yang selalu anda dapatkan.
hidup ini terlalu singkat
cobalah sesuatu yang berbeda
Senin, 04 Juni 2012
aku
sampai saat ini masih merasakan indahnya
ciptaan Tuhan dalam dunia ini
aku masih diijinkan untuk bernafas
aku masih diijinkan untuk berkenalan
dan aku masih diijinkan juga untuk jatuh cinta..
dan buat teman-temanku yang sedang jatuh cinta
hargailah perasaan itu
dan tetap semangat menjalin cinta dengan Yesus Kristus sebagai kekasih sejati kita selamanya..
I LOVE YOU GOD
sampai saat ini masih merasakan indahnya
ciptaan Tuhan dalam dunia ini
aku masih diijinkan untuk bernafas
aku masih diijinkan untuk berkenalan
dan aku masih diijinkan juga untuk jatuh cinta..
dan buat teman-temanku yang sedang jatuh cinta
hargailah perasaan itu
dan tetap semangat menjalin cinta dengan Yesus Kristus sebagai kekasih sejati kita selamanya..
I LOVE YOU GOD
Rabu, 21 Maret 2012
kriteria yang benar
“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” (2 Korintus 4:18)
Percaya atau tidak, salah satu produk yang terus laku adalah cat. Bukan cat rumah yang saya maksudkan melainkan cat rambut. Ada yang mengecat rambut agar lebih sesuai dengan warna kulit di wajahnya namun ada pula yang mengecat rambut supaya tidak terlihat usia sesungguhnya. Itu sebabnya kadang kita melihat orangtua yang kulit wajahnya berusia 82 namun warna rambutnya berusia 28.
Tidak ada yang salah dengan mempercantik diri atau mempertahankan kemudaan. Saya kira secara alamiah memang kita mudah tertarik dengan penampilan baik dan keindahan. Namun kita pun tahu bahwa kecantikan atau ketampanan hanya sedalam dan setebal kulit. Secantik-cantiknya seseorang, setelah kita pandangi untuk kurun yang lama, perlahan namun pasti ia tidaklah akan secantik semula. Mata kita mulai terbiasa dengannya dan akhirnya kekaguman kita pun berkurang.
Sekali lagi, Tuhan tidak melarang kita berpenampilan baik namun satu hal yang pasti ialah, Tuhan tidak mendorong kita untuk memberi perhatian berlebihan pada penampilan jasmaniah. Sebaliknya Tuhan mendorong kita untuk melihat yang kekal bukan yang fana, yang di dalam bukan di luar, dan yang rohaniah bukan yang jasmaniah. Kecintaan pada yang jasmaniah akan membutakan hati kita terhadap yang rohaniah; sedangkan keterpakuan pada yang di luar akan menghalangi pandangan kita melihat yang di dalam. Mengutamakan yang sementara dan fana akan menyita waktu dan tenaga kita mengerja-kan kehendak Tuhan yang kekal.
Apa pun keputusan yang harus kita ambil, jangan lupa untuk mengikutsertakan kriteria yang Tuhan gunakan. Setidaknya ada tiga keputusan yang mesti kita ambil dalam hidup ini: (a) Siapakah atau apakah yang kita sembah?, (b) Bagaimanakah kita hidup?, dan (c) Dengan siapakah saya hidup? Siapa atau atau apa yang kita sembah memperlihatkan siapakah atau apakah yang terpenting dalam hidup kita. Bagaimanakah kita hidup menunjukkan karakter kita yang sesungguhnya sedangkan dengan siapakah kita hidup merujuk pada pasangan hidup yang kita pilih. Ketiganya penting dan mesti dijawab dengan tepat. Jawablah dengan menggunakan kriteria yang Tuhan telah berikan dan kriteria Tuhan terkandung dalam perintah-Nya. Jadi, bacalah, renungkanlah, dan taatilah perintah-Nya agar kriteria-Nya senantiasa dekat di hati kita. Kriteria yang salah akan menghasilkan jawaban yang salah dan jawaban yang salah akan menyesatkan hidup.
Percaya atau tidak, salah satu produk yang terus laku adalah cat. Bukan cat rumah yang saya maksudkan melainkan cat rambut. Ada yang mengecat rambut agar lebih sesuai dengan warna kulit di wajahnya namun ada pula yang mengecat rambut supaya tidak terlihat usia sesungguhnya. Itu sebabnya kadang kita melihat orangtua yang kulit wajahnya berusia 82 namun warna rambutnya berusia 28.
Tidak ada yang salah dengan mempercantik diri atau mempertahankan kemudaan. Saya kira secara alamiah memang kita mudah tertarik dengan penampilan baik dan keindahan. Namun kita pun tahu bahwa kecantikan atau ketampanan hanya sedalam dan setebal kulit. Secantik-cantiknya seseorang, setelah kita pandangi untuk kurun yang lama, perlahan namun pasti ia tidaklah akan secantik semula. Mata kita mulai terbiasa dengannya dan akhirnya kekaguman kita pun berkurang.
Sekali lagi, Tuhan tidak melarang kita berpenampilan baik namun satu hal yang pasti ialah, Tuhan tidak mendorong kita untuk memberi perhatian berlebihan pada penampilan jasmaniah. Sebaliknya Tuhan mendorong kita untuk melihat yang kekal bukan yang fana, yang di dalam bukan di luar, dan yang rohaniah bukan yang jasmaniah. Kecintaan pada yang jasmaniah akan membutakan hati kita terhadap yang rohaniah; sedangkan keterpakuan pada yang di luar akan menghalangi pandangan kita melihat yang di dalam. Mengutamakan yang sementara dan fana akan menyita waktu dan tenaga kita mengerja-kan kehendak Tuhan yang kekal.
Apa pun keputusan yang harus kita ambil, jangan lupa untuk mengikutsertakan kriteria yang Tuhan gunakan. Setidaknya ada tiga keputusan yang mesti kita ambil dalam hidup ini: (a) Siapakah atau apakah yang kita sembah?, (b) Bagaimanakah kita hidup?, dan (c) Dengan siapakah saya hidup? Siapa atau atau apa yang kita sembah memperlihatkan siapakah atau apakah yang terpenting dalam hidup kita. Bagaimanakah kita hidup menunjukkan karakter kita yang sesungguhnya sedangkan dengan siapakah kita hidup merujuk pada pasangan hidup yang kita pilih. Ketiganya penting dan mesti dijawab dengan tepat. Jawablah dengan menggunakan kriteria yang Tuhan telah berikan dan kriteria Tuhan terkandung dalam perintah-Nya. Jadi, bacalah, renungkanlah, dan taatilah perintah-Nya agar kriteria-Nya senantiasa dekat di hati kita. Kriteria yang salah akan menghasilkan jawaban yang salah dan jawaban yang salah akan menyesatkan hidup.
Selasa, 20 Maret 2012
dia temanku
dia adalah teman baikku,
dia
yang telah sekian lama bersamaku,
dia,
yang selalu ku bela,
dia, juga yang selalu ku banggakan
pada sesamaku dengan segala keahliannya,
dia, yang mahir memetik dawaian untuk menghasilkan nada-nada yang indah,
dia, yang selalu mencurahkan isi hatinya padaku,
dia, yang juga ku dukung dalam masa-masa indahnya
(percintaannya dengan seseorang)
tapi kini...
dia,
dia,
dia,
menyakiti hatiku...
dia,
dengan PD dan merasa tidak bersalah
mengungkapkan kata hingga kalimat
yang membuat hati teriris..
ia..
dia...
temanku...
sakit!!!
sakit hati ini dibuatnya..
dia..
temanku, melukaiku
dia temanku bahkan menjelekkan aku
di depan orang lain
dia temanku membuat aku menangis..
dia selalu membuatku merasa tidak berarti didunia ini...
bahkan dia temanku,
membuatku merasa tidak bernilai..
dia temanku, membuatku malu,
tapi, dia temanku selalu q sayangi dan q doakan
dia temanku, akan selamanya menjadi temanku..
suatu saat akan ku banggakan dia
akan ku buat bangga telah memiliki aku sebagai temannya...
dan dia akan ku buat menjadi orang yang tdk menyesal
telah berteman denganku..
dia juga akan ku buat mengingat semua yang
dulu pernah ia katakan padaku temannya sendiri...
kimnana
dia
yang telah sekian lama bersamaku,
dia,
yang selalu ku bela,
dia, juga yang selalu ku banggakan
pada sesamaku dengan segala keahliannya,
dia, yang mahir memetik dawaian untuk menghasilkan nada-nada yang indah,
dia, yang selalu mencurahkan isi hatinya padaku,
dia, yang juga ku dukung dalam masa-masa indahnya
(percintaannya dengan seseorang)
tapi kini...
dia,
dia,
dia,
menyakiti hatiku...
dia,
dengan PD dan merasa tidak bersalah
mengungkapkan kata hingga kalimat
yang membuat hati teriris..
ia..
dia...
temanku...
sakit!!!
sakit hati ini dibuatnya..
dia..
temanku, melukaiku
dia temanku bahkan menjelekkan aku
di depan orang lain
dia temanku membuat aku menangis..
dia selalu membuatku merasa tidak berarti didunia ini...
bahkan dia temanku,
membuatku merasa tidak bernilai..
dia temanku, membuatku malu,
tapi, dia temanku selalu q sayangi dan q doakan
dia temanku, akan selamanya menjadi temanku..
suatu saat akan ku banggakan dia
akan ku buat bangga telah memiliki aku sebagai temannya...
dan dia akan ku buat menjadi orang yang tdk menyesal
telah berteman denganku..
dia juga akan ku buat mengingat semua yang
dulu pernah ia katakan padaku temannya sendiri...
kimnana
Kamis, 01 Desember 2011
papa
Bapak/papa/ayah Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian? Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu… Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka…. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA. Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi? Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu. Ketika kamu sudah beranjak remaja…. Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu… Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama…. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu? Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu? Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut… Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa” Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa Ketika kamu menjadi gadis dewasa…. Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain… Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. . Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa. Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan… Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum? Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang” Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu….. Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti. Dan akhirnya…. Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia…. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa…. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik…. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik…. Bahagiakanlah ia bersama suaminya…” Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk… Dengan rambut yang telah dan semakin memutih…. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya…. Papa telah menyelesaikan tugasnya…. Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita… Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat… Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis… Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. . Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal...
Langganan:
Postingan (Atom)