Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Februari 2013

kumpulan puisi untuk ibu

TANGISAN MATA BUNDA

Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku

Seonggok Cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu

Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata pada ku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku



bu
Aku lahir tanpa apa-apa,
Engkaulah yang mengajariku segalanya,
Membesarkanku dengan segala upaya,
Berharap aku kan jadi orang yang berguna..

Ketika aku menangis dalam takut,
Engkaulah yang menenangkanku..
Dan ketika aku jatuh sakit,
Engkaulah yang selalu berada di sampingku..

Engkau menegurku ketika aku salah,
Engkau mengingatkanku ketika aku lupa,
Engkau menghiburku ketika aku sedih,
Engkaulah yang menyembuhkanku ketika aku terluka..

Kini aku telah dewasa,
Berusaha mengejar dan meraih cita-cita,
Berharap kan menjadi orang yang berguna,
Demi mewujudkan harapan dan impian keluarga..

Terima kasih ibu,
Engkaulah segalanya bagiku,
Tanpamu kini aku bukanlah apa-apa,
Kasihmu padaku tak kan terbalas sepanjang masa...






entang nafasmu menyeruak hari hingga senja,
Tak ada lelah menggores diwajah cantikmu.
Tak ada sesal kala semua harus kau lalui,
Langkah itu terus berjalan untuk kami.
Dua bidadari kecilmu...
Desah mimpimu berlari,
Mengejar bintang...
Berharap kami menjadi mutiara terindahmu,

Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi.
Ini peran terbaikmu...
Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami.
Mengurai senyum disetiap perjalanan kami,
Mendera doa disetiap detik nafas kami.

Ibu...
Kau berlian dihati kami.
Relung hatimu begitu indah,
Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya.
Derai air matamu menguntai sebuah harap,
Di setiap sholat malammu...

Ibu...
Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu,
Memanggul semua mimpimu dalam pundak kami. Ibu...
Jangan benci kami,
Jika kami membuatmu menangis...


Selasa, 20 Maret 2012

dia temanku

dia adalah teman baikku,

dia
yang telah sekian lama bersamaku,

dia,
yang selalu ku bela,

dia, juga yang selalu ku banggakan
pada sesamaku dengan segala keahliannya,

dia, yang mahir memetik dawaian untuk menghasilkan nada-nada yang indah,

dia, yang selalu mencurahkan isi hatinya padaku,

dia, yang juga ku dukung dalam masa-masa indahnya
(percintaannya dengan seseorang)

tapi kini...

dia,
dia,
dia,

menyakiti hatiku...

dia,
dengan PD dan merasa tidak bersalah
mengungkapkan kata hingga kalimat
yang membuat hati teriris..

ia..
dia...
temanku...

sakit!!!

sakit hati ini dibuatnya..

dia..

temanku, melukaiku

dia temanku bahkan menjelekkan aku
di depan orang lain

dia temanku membuat aku menangis..

dia selalu membuatku merasa tidak berarti didunia ini...

bahkan dia temanku,
membuatku merasa tidak bernilai..

dia temanku, membuatku malu,

tapi, dia temanku selalu q sayangi dan q doakan

dia temanku, akan selamanya menjadi temanku..

suatu saat akan ku banggakan dia

akan ku buat bangga telah memiliki aku sebagai temannya...

dan dia akan ku buat menjadi orang yang tdk menyesal
telah berteman denganku..

dia juga akan ku buat mengingat semua yang
dulu pernah ia katakan padaku temannya sendiri...



kimnana